Bejo Mergo Lugu

KAGAMA mBangun Karimunjawa

KAGAMA Berbagi: Investigasi Fraud dengan Narasumber Haryoko R. Wirjosoetomo
Gedung Pusat UGM, 28 Oktober 2017;  Pendaftaran http://tinyurl.com/fraud-yk-kv

Bejo mergo lugu
Dyna Andriani

Sewaktu ditugaskan di Pontianak, partner kolegaku adalah salah satu manajer cabang dari kantor di luar pulau Jawa.

Waktu itu merupakan pertemuanku pertama. Kesanku pertama, dia seorang laki laki tenang, dandy, rapi dan lumayan ganteng. Kesan kedua sewaktu lebih mengenal, kulihat dia berperangai halus tapi aku berpikir dia punya potensi ‘genit’ juga.

Kami mendapat kamar hotel dengan jarak 3-4 kamar di lantai 4, hotel terbaik do Pontianak waktu itu. Tugas kami berdua satu minggu dari hari Senin sampai Jumat.

Hampir tengah malam di hari Rabu ke Kamis setelah pulang dari makan malam bersama client, dia interkom ke kamarku dan bertanya, apakah boleh tidur dikamarku. Jelas aku jawab tidak. Terdengar dia,agak mendesak dan memaksa, akhirnya aku tanya ada apa? Dia beralasan ada seorang cewek yg mengejarnya dan akan mendatangi kamarnya, saat itu. Ceritanya, dia ingin ngumpet dikamarku. Tapi aku sarankan untuk menelpon Duty Manager sehingga masalahnya bisa diatasi. Dia tak bisa menolak saranku dan akhirnya menutup telpon.

Belum hilang keherananku, telpon kembali berdering. Bukan dari dia, tapi dari resepsionis dan menanyakan nama kolegaku itu. Aku bilang, salah nomer. Tidak lama kemudian, telpon berdering kembali, menanyakan hal yang sama. Aku agak terganggu dan aku minta bicara langsung dengan duty manajer. Dari seberang todak mengabulkan tetapi ada permintaan maaf. Tapi aku sudah nggak bisa diam. Aku telpon duty manajer dan menjelaskan keberatanku karena telpon masuk dengan salah alamat dan itu menganggu.

Ternyata belum selesai, sewaktu sudah berbaring ingin tidur, pintu kamar diketuk dan aku lihat di lubang pembesar kaca pintu, aku melihat berdiri seorang pegawai hotel dengan didampingi dua satpam dibelakangnya. Sewaktu aku buka, mereka menanyakan apakah kolegaku ada di kamarku? Aku sebenarnya marah banget, karena sangat teeganggu. Tapi aku menjadi keheranan dengan rangkaian kejadian.

Akhirnya secara normatif, aku cuma bilang untuk memeriksa daftar kamar tamu, bahwa nama itu tidak ada dikamarku.

Dalam pikiranku, mungkin input nama tamu antara aku dan kolegaku terbalik. Tapi kenapa, kolegaku dicari-cari?

Besok paginya waktu makan pagi, aku memancing kolegaku dgn kejadian semalam, dia tersenyum saja.

Seminggu setelah kejadian itu, posisiku pas di Jakarta, dikantor aku dengar khabar, kolegaku masuk koran karena ditangkap tangan di bandara Ambon membawa extacy.

Ternyata diketahui dia adalah bandar narkoba.

Aku jadi tegang mengingat telponnya malam itu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*