Keluar Dari Kemiskinan 2: Kaya Jangan Sendiri

KAGAMA mBangun Karimunjawa

KAGAMA Berbagi: Investigasi Fraud dengan Narasumber Haryoko R. Wirjosoetomo
Gedung Pusat UGM, 28 Oktober 2017;  Pendaftaran http://tinyurl.com/fraud-yk-kv

Kisah Inspirasi:

Keluar Dari Kemiskinan 2: Kaya Jangan Sendiri

oleh Wardoyo HP

 

Sebenarnya berat meninggalkan Jogja namun aku harus hijrah. Di samping itu tidak ada kepastian dari bos Istana Buah ke depan seperti apa. Kakak dari bos Istana Buah yang pemilik Kurnia Buah jl. Colombo menyuruh aku tanya ke bosku tentang nasibku namun aku bilang aku mau cari pengalaman mas… 😎

Tidak pernah terbayang hidup di Jakarta karena memang tidak punya cita-cita ke sana. Alasanku hijrah ke Jakarta adalah tawaran melanjutkan sekolah disambi kerja. Aku langsung bilang iyess…

Masa awal di Depok (bukan Jakarta ternyata) hidup dengan sederhana karna gaji hanya cukup buat bayar kos dan makan. Cicilan motor bayarnya ngos-ngosan… Motor ini aku beli semasa masih kuliah di Jogja.

4 bulan kemudian kuliah dimulai, dan perkuliahan tiap malam. Lumayan bisa berhemat karena ada jatah makan malam. Mulailah bisa nyicil motor lagi. Sebelumnya sempat pinjam bos Istana Buah untuk cicil motor dan juga adikku yang bayar.

Kuliah selesai dimana penghasilan mulai lumayan. Wisuda di JCC, simbok & bapak, budhe, kangmas & mbakyu rawuh. Nampak kebahagiaan di wajah-wajah beliau. Adikku yang buruh jaga buah di Jakal ikut juga. Begitu sampe Jogja dia bilang mau kuliah yang tadinya gak mau. Akhirnya kuliah di FNE juga dengan nyambi ikut jualan buah namun beda boss. Lumayan gak begitu berat karna jatah makan dan kos sudah dibayari bosnya.

Di sini aku mulai berpikir bahwa adik-adikku (3 cowok, 1 cewek kakang ragil) jg harus kuliah semua bagaimanapun caranya. Tujuannya agar kami sekeluarga keluar dari kemiskinan. KALAU KAYA JANGAN SENDIRI!!!

Untuk mensiasati agar ada penghasilan buat meringankan beban keluarga aku mencoba beternak ayam yang dijalankan alm Bapak. Alhamdulillah lumayan hasilnya. Bisa renovasi rumah. Namun akhirnya ayam bubar, ganti melon. Aku suntik dana lagi entah darimana aku dapat duit gak penting yang penting ada pemasukkan. Hasilnya lebih baik dari ayam. Bisa renovasi rumah lagi. Namun akhirnya bangkrut juga. Ketika melon tinggal nunggu 3minggu lagi panen namun tetiba hujan es. Hari itu panas ngenthang-ngenthang jam 14an bulannya Agustus pas kemarau. Kebetulan aku menyaksikan sendiri. Sudah takdir, ikhlaskan saja…

Adikku 3th kuliahnya selesai, gantian adiknya masuk di UNPAD. Selesai kuliah mencoba bekerja di salah satu penerbitan buku di Klaten. Belum juga gajian sudah keluar katanya gak betah. Akhirnya ke Depok nyusul aku namun bukan untuk bekerja. Dia bilang traktor yang aku beli dari hasil pinjam bank diminta untuk modal. Aku iyakan saja karena terakhir-terakhir memang yang menjalankan jarang masuk.

Mulai dia usaha sembako dg mengontrak kios di Jakal dekat SpBU. Usahanya mulai jalan, mulai ramai. Setelah 1th dia bilang butuh pick-up untuk kulakan beras ke Delanggu. Aku tanya punya uang brapa… Akhirnya aku cari pinjaman plus sedikit tabungan di bank untuk nambah beli pickup.

Salah satu misiku berjalan dg baik, yaitu ada yg bisa membantu membiayai adik-adik. Semacam multilevel… yang mempunyai penghasilan lebih dulu membantu membiayai yg lain.

2th kemudian dia bilang mau nikah. Glodak… krosaaak… gubraaaakkkkk….. bak disambar petir di siang bolong. Aku belum kepikiran nikah demi adik-adikku bisa selesai kuliah tiba-tiba dia… 😡😡

Kabar buruk lainnya kuliah adikku yg di Bandung tidak jelas. Ketika ditanya KHS tidak pernah mau menunjukkan. Aku sudah feeling… kuliahnya pasti tidak beres. Aku sempat marah tapi buat apa…

Adikku yg di Bandung ini pulang ke Bekonang yg kebetulan aku juga pas pulang adalah… dia bilang kepada bapak-simbok dan kangmas & mbakyu yg aku ada jg di situ bahwa dia mau nikah. Akhirnya nikah mendahului aku juga.

Adikku yg kakang ragil hampir selesai kuliah, yg ragil mulai masuk kuliah dan pilih ikut aku ke Depok daripada ke Jogja. 1th kemudian aku pasrah ke orangtua bahwa aku sudah capek… aku mau menikah….

Alhamdulillah saat ini adik-adikku lulus kuliah semua, 2 D3, 2 S1 dan sudah berkeluarga semua. Secara ekonomi kami tidak ketinggalan dg yang lain baik tetangga maupun saudara-saudara.

Mungkin Bersambung…. 😊

LionAir, 10 Agustus 2017

Sumber Ilustrasi: 

Real Education = Real Wealth

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*