Kiat Mengemudi (1): Defensive Driving

KAGAMA mBangun Karimunjawa

KAGAMA Berbagi: Investigasi Fraud dengan Narasumber Haryoko R. Wirjosoetomo
Gedung Pusat UGM, 28 Oktober 2017;  Pendaftaran http://tinyurl.com/fraud-yk-kv

Kiat Mengemudi (1)
Defensive Driving
by: Efron Dwi Poyo

Defensive driving (disingkat DD) merupakan tindakan pencegahan kecelakaan atau tabrakan yang disebabkan oleh pengendara lain atau keadaan di sekitar Anda. Pada dasarnya kecelakaan dapat dicegah dan dihindari. Dengan DD 85% kecelakaan yang mengakibatkan kematian atau cedera dapat dihindari. Di sini yang menjadi objek wacana saya adalah kendaraan ringan atau mobil.

Untuk melakukan DD Anda setidaknya memahami keterampilan bagaimana menghidupkan/menyalakan, menjalankan, olah kemudi, dan mengerem mobil. Dari pemahaman tersebut Anda dapat mengenali potensi bahaya, berpikir untuk menghindari bahaya, dan bertindak benar serta tepat waktu. Jangan sekali-sekali berpikir atau menyangka pengendara lain pasti memerhatikan Anda dan bereaksi dengan benar.

Pada bagian pertama ini saya jelaskan beberapa kondisi dalam mengemudi.

Pertama, kondisi mobil. Pahami karakter mobil Anda. Amati fitur kontrol di mobil Anda seperti air radiator, aki/batere, oli, putaran mesin atau RPM, suhu mesin, bbm, dan spidometer haruslah bekerja normal sesuai dengan petunjuk di buku manual.  Fitur kontrol tersebut bukanlah aksesoris atau hiasan. Amati fisik kendaraan Anda yang meliputi lebar as roda, radius putar, dan tinggi mobil. Amati juga ciri khusus mobil Anda yang meliputi bentuk stir, rem, dan tenaga mobil.

Kedua, kondisi pandangan pengemudi. Pada malam hari atau cuaca hujan tentu saja pencahayaan luar berubah. Cahaya lampu sangat memengaruhi pandangan Anda sehingga mengubah kemampuan Anda melihat dan dilihat pengendara lain. Lampu (headlight) pencahayaan rendah memberi Anda pandangan 90 – 120 m di depan. Pencahayaan tinggi (highbeam) memberi Anda pandangan 215 – 370 m di depan. Pergunakanlah dengan bijak pencahayaan tinggi, karena itu dapat mengganggu pengendara di depan Anda baik yang searah maupun yang lawan arah. Ingat, pencahayaan yang menyilaukan dapat mengakibatkan buta sesaat dan pengemudi membutuhkan waktu sekitar 5 detik untuk memulihkan pandangannya.

Ketiga, kondisi cuaca. Cuaca tidak dapat diubah, tetapi pengendara dengan akalbudinya dapat menyiasatinya. Nyalakan lampu agar mobil Anda dapat dilihat oleh pengendara lain. Ingat, yang dinyalakan adalah lampu, bukan lampu bahaya/darurat. Kurangi kecepatan mobil Anda. Jalan basah mengurangi traksi (daya cengkeram ban ke aspal jalan) mobil. Mobil F1 yang sudah dilengkapi dengan ban basah pun sering kita lihat terpelintir gagal finis walau dengan kecepatan “hanya” 80 kph (80 km per jam). Sungguh mengerikan apabila di jalan tol kita melihat mobil melaju kencang dalam kondisi jalan basah.

Keempat, kondisi jalan. Perhatikan bentuk permukaan jalan. Walau Anda kerap melewati jalan tersebut, kondisi jalan akan selalu berubah. Pada saat menikung gaya sentrifugal berlaku. Tidak semua tikungan dibangun dengan kemiringan yang mengantisipasi gaya sentrifugal. Anda harus benar-benar dengan kecepatan rendah apabila di dpan adalah tikungan dengan kemiringan rendah atau bahkan datar.

Kelima, kondisi lalulintas. Dengan meminjam kalimat Ahok “jalan bukan milik nenek loe!”, perhatikan kendaraan lain yang sangat beraneka ragam, pejalan kaki, dan rambu-rambu lalulintas. Janganlah mendesak atau menghasut pengguna jalan untuk bertindak salah.

Keenam, kondisi pengemudi. Mengemudi adalah tindakan atau pekerjaan serius. Mengemudi membutuhkan keseluruhan waktu Anda untuk berkonsentrasi penuh tanpa diganggu oleh pekerjaan lain. Jangan pernah menyangka atau berpikir pengemudi lain berkonsentrasi penuh seperti Anda.

-bersambung-

Dari tepian Jakarta, 12 Juli 2017
MDS

 

Sumber Ilustrasi: http://blog.autopartswarehouse.com/2014/03/defensive-driving-tips/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*