Kiat Mengemudi (4):  Percepatan dan Pengereman Normal

KAGAMA mBangun Karimunjawa

KAGAMA Berbagi: Investigasi Fraud dengan Narasumber Haryoko R. Wirjosoetomo
Gedung Pusat UGM, 28 Oktober 2017;  Pendaftaran http://tinyurl.com/fraud-yk-kv

Kiat Mengemudi (4):  Percepatan dan Pengereman Normal

Efron Dwi Poyo

Setelah Anda menyelesaikan kegiatan pre-start check, Anda memulai menghidupkan mesin mobil. Mobil modern saat ini tidak memerlukan pemanasan yang lama. Cukup satu menit  mobil Anda sudah siap berjalan.

Mobil dijalankan diawali dengan gigi satu. Setiap pergantian atau penambahan gigi lakukan pada RPM 2.500 – 3.000 sampai gigi puncak (pada umumnya sampai gigi 5). Pada menggunakan gigi besar RPM tidak boleh kurang daripada 2.500. Jika RPM sudah di bawah 2.500 kurangi satu gigi ke gigi 4. Apabila RPM masih tetap rendah, turunkan satu lagi. Pada kondisi ini apabila RPM naik lagi melewati 3.000, maka tambah satu gigi lagi. Pada saat gigi puncak Anda dapat memacu mobil sampai RPM mendekati batas warna merah. Jadi perubahan gigi bukan merujuk kecepatan mobil Anda, tetapi merujuk RPM.

Saat mobil sudah mencapai gigi puncak dengan kecepatan 100 kph, bagaimana prosedur pengereman normal? Ini normal ya, bukan dalam kondisi darurat. Pastikan kaki Anda melepas pijakan gas. Kaki kiri jangan langsung menginjak kopling. Tekan secara halus pedal rem. Selain pedal rem, mesin juga membantu penurunan laju mobil yang disebut dengan engine brake. Jika Anda langsung menginjak kopling, maka engine brake tidak bekerja. Terus tekan mendalam secara halus pedal rem mobil Anda. Begitu kecepatan mobil mendekati 15 – 20 kph, Anda boleh menginjak kopling dengan terus menekan pedal rem sampai mobil berhenti. Begitu mobil berhenti, gigi segera dinetralkan.

Anda bisa memaksimumkan kinerja engine brake untuk menurunkan laju mobil. Dari kecepatan 100 kph, lepas injakan pedal gas, turunkan gigi 5 ke 4 dan ke 3 dengan jeda kejap. Setelah itu injak pedal rem secara halus. Begitu mobil mencapai kecepatan 15 – 20 kph, lakukan prosedur seperti alinea di atas.

Dengan melakukan kebiasaan di atas Anda sudah menambah umur pakai rem.

 

-bersambung-

Dari tepian Jakarta, 13 Juli 2017

MDS

 

Sumber Ilustrasi: http://www.otosentrum.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*